Thursday, January 23, 2014

Mengejar Kucing

Di sebuah kampung, hiduplah empat ekor anjing. Suatu hari anjing pertama melihat seekor kucing melintas dan langsung mengejar kucing tersebut keliling kampung. Anjing kedua melihat anjing pertama mengejar sesuatu pun turut ikut mengejar, walau tidak melihat kucing yang dikejar anjing pertama. Demikian pula anjing ketiga dan keempat.
Setelah sekian lama tidak berhasil mendapat apa yang dikejar, anjing yang keempat berhenti mengejar, diikuti anjing ketiga dan anjing kedua. Hanya anjing pertama yang terus mengejar sampai si kucing tertangkap.

Monday, July 22, 2013

Berbuat Bajik

Di suatu desa, hiduplah seorang anak yatim piatu yang tinggal sebatang kara. Untuk bertahan hidup, anak tersebut hanya mengandalkan belas kasihan orang desa. Jika ada penduduk desa yang berbaik hati memberikan makanan, maka anak tersebut bisa makan. Namun jika tidak ada yang memberi, maka anak tersebut harus menahan lapar sepanjang hari.

Suatu hari seorang pemancing yang kebetulan lewat melihat anak tersebut menangis kelaparan. Timbullah belas kasihan dalam hatinya. Dengan sabar pemancing tersebut memasak ikan hasil tangkapannya dan memberi anak itu makan. 

Setelah anak itu selesai makan dan pulih fisiknya, pemuda itu mengajaknya ke tepi sungai. Sesampainya di sungai, anak itu diberikan kail dan diajari cara memancing, mulai dari mencari umpan, membuat pancingan dan memilih lokasi yang banyak ikannya.

Kini anak tersebut tidak pernah kelaparan lagi. Berbekal kail dan pengetahuan memancing yang diberikan si pemancing, anak tersebut bisa memancing untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Jika ikan hasil pancingan lebih banyak dari yang bisa dia makan, ikan yang lebih dia jual ke penduduk desa untuk ditukarkan dengan barang lainnya.

Wednesday, July 17, 2013

Tanpa Tujuan

Seorang pemuda sedang berada di atas kuda yang berlari dengan sangat kencang. Seseorang melihatnya lalu berteriak kepadanya, "Kencang sekali Anda berkuda, mau kemanakah Anda?"

Pemuda tersebut berbalik dan menyahut, "Saya tidak tahu, tanya saja kudanya."

Bendera dan Angin

Pada suatu hari yang berangin, dua biarawan memperdebatkan sebuah bendera yang berkibar.

Yang pertama mengatakan, "Benderalah yang bergerak, bukan angin."

Yang kedua berkata, "Bukan, anginlah bergerak, bukan bendera."

Guru Zen yang kebetulan lewat berkata, "Angin tidak bergerak. Bendera pun tidak bergerak. Pikiran kalianlah yang bergerak."

Prinsip Dasar

Seorang murid baru datang kepada Guru Zen dan memohon, "Aku baru bergabung di perguruan ini, mohon agar  Guru bersedia mengajari aku prinsip-prinsip dasar ajaran Zen."

"Sudahkah kamu makan malam?", tanya Guru Zen.

"Sudah Guru."

"Sekarang cucilah mangkuk tempat makanmu."